Mencatat dan Melihat Laporan Transaksi Penjualan Harian/Mingguan untuk masing-masing Outlet/Toko/Cabang/sejenisnya (Bagian – 1)

Jika Anda adalah pemilik perusahaan retail/dagang, tentunya Anda ingin mengetahui berapa banyak transaksi penjualan yang terjadi tiap hari atau tiap minggu di masing-masing outlet/toko/cabang dari usaha Anda.
Begitu juga bila Anda adalah manajer atau staf akuntansi yang bekerja di perusahaan retail/dagang, tentunya Anda ingin dapat memasukkan transaksi penjualan harian atau mingguan dari masing-masing outlet/toko/cabang tersebut ke dalam Program ACCURATE.

ACCURATE – Accounting Software menyediakan fasilitas tersebut hanya di versi Deluxe dan Enterprise dengan menggunakan fasilitas Departemen

Caranya adalah sebagai berikut :
Bagian I. Memasukkan Transaksi Penjualan masing-masing Outlet/Toko/Cabang

1. Pertama kali kita memasukkan terlebih dahulu nama-nama outlet/toko/cabang dengan
menggunakan fitur Departemen, dengan cara klik “Daftar/List“, klik
“Departemen/Department “, klik “Baru/New“ dan masukkan namanya.
2. Setelah itu, kita mengganti kata “Departemen/Department“ menjadi kata
“Outlet/Toko/Cabang” di form “Pesanan Penjualan/Sales Order” atau “Surat
Jalan/Delivery Order” atau di “ Faktur Penjualan/Sales Invoice”
Caranya adalah :
a. klik “Persiapan/Setup “, klik “Rancangan Formulir/Form Template“, kemudian klik
di Kolom Tipe Rancangan : “Faktur Penjualan/Sales Invoice“ (saya ambil contoh
form tersebut. Anda bisa juga mengedit di form “Surat Jalan/Delivery Order” dan
“Pesanan Penjualan/Sales Order”)
b. Setelah Anda sorot form di bagian “Nama/Name“, double klik, kemudian Anda klik
bagian “Detil/Detail“.
Di Windows “Detil/Detail“, carilah baris yang berisi kata
“Departemen/Department“.
Gantilah kata “Departemen/Department“ di kotak putih dengan kata
“Outlet/Toko/Cabang.”
Anda klik kotak kosong di kolom “Cetak/ “ di baris “Departement/ “
c. Kemudian itu Anda klik kotak “Desain/Design“ di sebelah kanan.
Akan muncul Windows “Designer–Sales Invoice”. Aturlah tampilan halaman jika
kolom “Outlet/Toko/Cabang” terpotong.

Cara mengaturnya adalah : klik “File” di bagian kiri atas, kemudian klik “Page
Options”.
Anda bisa memilih di kotak “Size” ukuran kertas yang Anda mau.
Jika Anda memilih “Custom” di kotak tersebut, Anda harus memasukkan angka di
kotak “Width” dan “Height”.
Setelah itu Anda klik OK.

Anda bisa juga mengatur kata “Outlet/Cabang/Toko” tersebut baik ukuran hurufnya,
ketebalannya, kemiringannya atau yang lainnya.
Setelah selesai, klik kotak “Close” di bagian atas.
Akan muncul kotak “Confirmation” dan Anda klik “Yes”.
Setelah itu Anda keluar dari Kolom Pilihan Rancangan Form dan Anda siap
memasukkan transaksi penjualan masing-masing outlet/toko/cabang.
3. Misalkan Anda membuat Faktur Penjualan/Sales Invoice, setelah Anda memasukkan
nama Pelanggan/Customer dan data-data yang diperlukan lainnya, Anda lihat di
bagian tengahnya, ada kolom “Outlet/Toko/Cabang.”
Anda klik di kotak tersebut dan pilihlah Outlet/Toko/Cabang yang mana yang
mempunyai transaksi penjualan tersebut.
Kemudian Anda bisa mencetak atau menyimpan transaksi tersebut.

Ingin konsultasi perusahaan anda dengan Accurate Software ...??
Jika Anda membutuhkan Program, Training atau implementasi Accurate Software versi 3 ataupun Accurate Software versi 4, silahkan menghubungi saya
San-San
Telp : (021) 70303046 / 47
Sms : 0857 7000 2668
Email : marketing@softwareaccurate.com
http://www.programaccurate.com

Mencatat dan Melihat Laporan Transaksi Penjualan Harian/Mingguan untuk masing-masing Outlet/Toko/Cabang/sejenisnya (Bagian – 2)

Bagian II. Melihat Laporan Transaksi Penjualan Harian/Mingguan masing-masing Outlet/Toko/Cabang.

1. Klik “Laporan/Reports“, klik “Laporan Penjualan/Sales”, kemudian Anda bisa
meng-klik salah satu dari laporan tersebut di bawah ini,
- Rincian Faktur Penjualan/Sales Invoice List Detail
- Rincian Faktur Penjualan per Pelanggan/Sales Invoice By Customer Detail
- Rincian Penjualan per Barang/Sales By Item Detail

2. Akan muncul windows “Formasi Laporan/Report Format“. Kemudian Anda klik bagian
“Filters“ dan carilah kata “Dep/Dept.” atau “Nama Dept./Dept.Name” dan sorot.
Bila Anda ingin menampilkan semua nama Outlet/Toko/Cabang dalam satu laporan, klik
kotak di sebelah kata “Semua/All” di bagian tengah.
Bila Anda ingin menampilkan salah satu atau beberapa Outlet/Toko/Cabang, klik-lah
Outlet/Toko/Cabang yang Anda inginkan di bagian tengah.
Setelah itu Anda klik kotak “OK”.

3. Anda bisa juga menghilangkan kolom yang tidak Anda inginkan di bagian
“Kustomisasi/Customize” dalam windows “Formasi Laporan/Report Format”, dengan cara
membuang tanda centang di kotak nama yang ingin Anda hapus.

ACCURATE Version 3.4.0.1682

Ingin konsultasi perusahaan anda dengan Accurate Software ...??
Jika Anda membutuhkan Program, Training atau implementasi Accurate Software versi 3 ataupun Accurate Software versi 4, silahkan menghubungi saya
San-San
Telp : (021) 70303046 / 47
Sms : 0857 7000 2668
Email : marketing@softwareaccurate.com
http://www.programaccurate.com

Melihat Laporan Umur Persediaan dengan jumlah hari yang Anda inginkan

Di artikel saya terdahulu, saya menyajikan tips untuk menampilkan Laporan Umur Piutang dengan jumlah hari yang Anda inginkan.
Begitu juga dengan Laporan Umur Persediaan yang mana Anda bisa set jumlah per hari yang Anda ingikan.
Caranya adalah sebagai berikut :
1. Klik menu “Laporan/Reports”, kemudian klik lagi “Persediaan/Inventory”
2. Setelah itu sorot “Rekap Umur Persediaan/Inventory Aging Summary“ atau “Rincian Umur
Persediaan/Inventory Aging Detail“ kemudian klik
3. Klik tab “Laporan Umur/Aging Reports“ di kotak Formasi Laporan/Report Format
4. Anda tinggal mengisi jumlah hari di kotak “Batasan Laporan Umur/Aging Report Range“
5. Klik kotak “OK”

ACCURATE
Version 3.4.0.1682
Ingin konsultasi perusahaan anda dengan Accurate Software ...??
Jika Anda membutuhkan Program, Training atau implementasi Accurate Software versi 3 ataupun Accurate Software versi 4, silahkan menghubungi saya
San-San
Telp : (021) 70303046 / 47
Sms : 0857 7000 2668
Email : marketing@softwareaccurate.com
http://www.programaccurate.com

Men-setting harga jual barang dalam satuan yang sesuai

Kali ini ada seorang Bapak pengguna ACCURATE yang menanyakan kepada saya via e-mail, “Apakah ACCURATE bisa meng-setting harga jual barang dalam satuan yang sesuai di faktur penjualan secara Otomatis?”
Sebagai contoh: Bapak Anto (nama samaran) yang bekerja di PT. ABC (juga nama samaran) menjual barang AAA dengan harga Rp. 10.000,- / pcs.
Jika penjualan dalam lusin (12 pcs) maka harganya menjadi Rp. 9.000,-/pcs
Jika penjualan dalam box (anggap saja 1 box = 20 pcs) maka harganya menjadi Rp. 8.000,-/pcs.
Logikanya jika customer membeli dalam jumlah banyak, tentu harganya lebih murah dibanding dengan pembelian dalam jumlah satuan.
Bapak Anto tidak mau menggunakan diskon baik diskon per barang maupun diskon faktur.
Alasannya adalah agar mengurangi kesalahan input oleh user yang membuat faktur penjualan.
Sehingga Bapak Anto ingin pada saat pembuatan faktur penjualan, harga per barang sudah otomatis disesuikan dengan satuan yang dibeli oleh customer.

Saya menjawab,”ACCURATE bisa memenuhi kebutuhan Bapak. Namun, ada hal-hal yang Bapak harus lakukan terlebih dahulu. Saya akan menunjukkan kepada Bapak bagaimana Trik untuk hal itu.”

Trik-nya adalah sebagai berikut :
(Saya mengambil contoh illustrasi diatas dengan barang AAA)
“Pada saat membuat faktur penjualan dengan barang AAA, di kolom Unit Price, klik kanan dan pilih harga sesuai dengan satuan unit yang dibeli oleh customer.”
Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum menjalankan Trik di atas, yaitu:
a. Menjual pada customer yang sebelumnya sudah membeli barang AAA.
b. Sudah ada transaksi minimal 1 kali untuk setiap penjualan barang AAA dalam pcs, lusin maupun box.

Apakah Anda bingung?
Oke, saya akan membuat contoh transaksi untuk memperjelas Trik saya ini.

1. Buatlah barang AAA dengan memasukkan 3 (tiga) satuan unit yang berbeda.
Pcs, Lusin = 12 pcs, Box = 20 pcs
Kemudian, masukkanlah harga jual pcs sebesar 10.000 di kolom "Default Unit Price"

2. Anggap saja PT. ABC membeli barang AAA.
Buatlah faktur penjualan untuk PT. ABC tersebut.
Point Penting :
Jika PT. ABC membeli dalam satuan pcs, maka harga satuan/unit price otomatis akan muncul 10.000
Jika PT. ABC membeli dalam satuan lusin, gantilah angka 10.000 di kolom harga satuan/unit price dengan 9.000
Jika PT. ABC membeli dalam satuan box, ganti dengan angka 8.000

3. Anggap saja PT. ABC sudah membeli barang AAA dengan 3 (tiga) satuan unit yang berbeda.
Saat pembelian ke-4, misalkan PT. ABC membeli 2 lusin barang AAA, di kolom harga satuan/unit price, klik kanan dan pilih transaksi dengan angka 108.000
(Mengapa 108.000 ? Karena 1 lusin (12 pcs) x 9.000 = 108.000)
Sehingga di kolom Amount, angkanya menjadi 216.000
(2 lusin (24 pcs) x 9.000 = 216.000)
Begitu juga bila ada pembelian selanjutnya dari PT. ABC, baik pembelian dalam lusin maupun box, berapapun jumlahnya, pilih
- pembelian dalam satuan lusin, pilih 108.000
- pembelian dalam satuan box, pilih 160.000

Bagaimana bila suatu saat nanti, harga jual berbeda ?
Oke, inilah trik-nya.
Jika harga jual nantinya berbeda dari yang diatas, maka jangan klik kanan di kolom harga satuan/unit price.
Masukkan harga baru (misal Rp 12.000/pcs; Rp. 11.000/lusin dan Rp. 10.000/box) itu di harga satuan/unit price di faktur penjualan atau di bagian di master barang.
Setelah itu jika ada penjualan dengan harga baru tersebut untuk customer yang sama, baru klik kanan dan pilih :
Jika pembelian dalam lusin, pilih angka 132.000 (Rp. 11.000 x 12 pcs)
Jika pembelian dalam box, pilih angka 200.000 (Rp. 10.000 x 20 pcs)

Accurate versi 3.4.0.1682


Ingin konsultasi perusahaan anda dengan Accurate Software ...??
Jika Anda membutuhkan Program, Training atau implementasi Accurate Software versi 3 ataupun Accurate Software versi 4, silahkan menghubungi saya
San-San
Telp : (021) 70303046 / 47
Sms : 0857 7000 2668
Email : marketing@softwareaccurate.com
http://www.programaccurate.com

Transaksi PPN untuk Impor Barang

Kali ini ada seorang Ibu pengguna ACCURATE yang menanyakan kepada saya via YM, “Bagaimana cara untuk memasukkan transaksi PPN dari EMKL/forwarder ke laporan SPT Masa PPN di ACCURATE secara Otomatis, Namun DPP dari barang import tersebut akan kita bayar ke vendor di luar negeri?”
Anda mengerti maksud dari pertanyaan diatas?
Oke, saya akan perjelas dengan ilustrasi di bawah ini.

Ibu Catherine (nama samaran) mendapat tagihan pembelian barang AAA dari JVC Corp, Japan sebanyak 1 unit dengan nilai US$ 100,00.
(Anggap Kurs US$ 1.00 = Rp. 9.000,-)
Beliau menggunakan jasa EMKL PT. Abadi untuk proses import barang AAA.
Setelah barang AAA sampai di kantor Ibu Catherine, PT. Abadi mengeluarkan tagihan dengan rincian sebagai berikut :
Jasa Rp. 0,- (karena masih ada hubungan baik dengan perusahaan Ibu
Catherine)
Bea Masuk US$ 10.00,- (misalnya)
PPN Rp. 90.000,- (US$ 100,00 x 10% x Rp. 9.000,-)

Ibu Catherine ingin Bea Masuk dialokasikan ke HPP Barang dan ingin mengkreditkan PPN dari PT. Abadi (Karena PT. Abadi menalangi dulu angka PPN sebesar Rp. 90.000,-dengan membayar ke Kas Negara dengan bukti SSP).

Padahal Ibu Catherine harus mencatat tagihan dari PT. Abadi untuk PPN yang mana nilainya diambil 10% dari US$ 100,00 dan ingin secara otomatis masuk ke laporan SPT Masa PPN.

Bagaimana Trik-nya?
Oke, inilah caranya.
Tahap I. Mencatat transaksi penagihan dari JVC Corp, Japan
1. Di Faktur Pembelian/Purchase Invoice, setelah memasukkan vendor JVC Corp, no. Purchase invoice, tanggal dan data-data lain yang diperlukan, masukkanlah nilai US$ 10.00 (Bea Masuk) di kolom Freight dan centang kotak “Charge to Vendor”.
2. Kemudian di kotak “Ship Via” di bagian tengah, pilih PT. Abadi
Sebelumnya kita harus membuat dulu account PT. Abadi di master Supplier/Vendor.
Otomatis ACCURATE akan mengalokasikan nilai US$ 10.00 masuk ke dalam HPP Barang AAA.

Tahap II. Mencatat tagihan PPN dari PT. Abadi dengan mengalokasikan nilai PPN otomatis masuk ke laporan SPT Masa PPN.
1. Buatlah terlebih dahulu barang AAA di NON PERSEDIAAN. (Ingat, di NON PERSEDIAAN), isikan kode Pajak Pembelian (misalnya P) di kotak “Kode Pajak Pembelian”, dan pilih di Akun Beban “Akun Beban xxx/atau apa saja”.
Akun dibawahnya, abaikan saja.
(Anda akan mengerti di bagian akhir Trik ini, mengapa saya menyarankan Anda melakukan proses ini)
2. Sebelumnya di master Supplier/Vendor untuk PT. Abadi, mapping-kan kode pajak, kode NPWP dan NPPKP.
3. Di formulir Faktur Pembelian/Purchase Invoice, setelah kita pilih Supplier PT. Abadi, no invoice, tanggal, dan data-data lain yang diperlukan, di Bagian Item, pilih barang AAA (Non Persediaan).
Masukkan kuantitas = 1 dan unit price adalah Rp.900.000,-
(US$ 100.00 x Rp. 9.000)
Otomatis timbul nilai PPN sebesar Rp. 90.000,-
Masukkan nomor SSP di bagian nomor faktur pajak di bagian bawah beserta tanggalnya.
ACCURATE akan menjurnal
Debet : Beban xxx 900.000
PPN Masukan 90.000
Hutang 990.000
Dan nilai PPN sebesar Rp. 90.000,- masuk ke laporan SPT Masa PPN
4. Saat Pembayaran ke PT. Abadi
Seharusnya kita membayar ke PT. Abadi hanya Rp. 90.000,- saja.
Namun saat ini hutang kita ke PT. Abadi sebesar Rp. 990.000,-
Bagaimana Trik untuk masalah ini?
Di form Pembayaran Pemasok, setelah kita pilih Supplier PT. Abadi, kemudian kita pilih pembayaran dari Kas/Bank yang mana, kemudian tanggal pembayaran dan data-data lain yang diperlukan,
a. centang kolom “Pay” di tagihan yang bernilai Rp. 990.000,-
b. kemudian di kolom “Payment Amount”, klik kanan, pilih “Discount Info”, masukkan angka Rp. 900.000,- dan pilih akunnya yaitu “Beban xxx”
Otomatis ACCURATE akan membuat jurnal:
Hutang 990.000
Kas/bank 90.000
Beban xxx 900.000

Akun Beban xxx akan bernilai nol.

Demikianlah penjelasan dari saya.
Jika ada yang kurang jelas, silahkan menghubungi saya.

ACCURATE versi 3.4.0.1682

Ingin konsultasi perusahaan anda dengan Accurate Software ...??
Jika Anda membutuhkan Program, Training atau implementasi Accurate Software versi 3 ataupun Accurate Software versi 4, silahkan menghubungi saya
San-San
Telp : (021) 70303046 / 47
Sms : 0857 7000 2668
Email : marketing@softwareaccurate.com
http://www.programaccurate.com