Program Accurate untuk perusahaan showroom retail part III


3. Sistem penjualan barang dagang dan implementasinya didalam program accurate.

Perusahaan showroom retail yang memiliki beberapa outlet biasanya melakukan penjualan dengan cara menitipkan barang - barang dagangan ke outlet - outlet. peng
iriman tersebut dilakukan untuk menyediakan barang - barang yang tersedia untuk outlet. Ketika perusahaan melakukan hal tersebut, maka praktek penginputan di program accurate adalah dengan mengentri pindah barang ( item transfer ) yang telah disediakan di module persediaan di program accurate.

Secara akuntansi, ketika kita mengentri item transfer di program accurate, maka belum terjadi penjurnalan sebab belum terjadi transaksi penjualan. namun program accurate akan mengubah posisi barang tersebut sehingga perusahaan showroom retail dapat memantau posisi barang per gudang/ outlet.
Sistem kerja program accurate untuk penjelasan diatas :
1. buatlah multi gudang di program accurate.
I. pada menu utama ( bagian atas ) -> Set up -> preferency -> Feature -> Multi warehouse diaktifkan ( dicentang ) -> ok.
















II. Pada menu utama (bagian atas) -> List (daftar) -> Inventory -> Warehouse














III. Setelah itu Click -> New -> isi nama gudang -> save & close














2. pada saat pengiriman barang ke outlet, buatlah item transfer di program accurate.
I. pada modul Inventory -> Item Transfer














II. Entry :
a. Head -> Transfer No -> Date -> Transfer From -> Transfer To
b. Body -> Item -> Qty -> Save & Close














Secara otomaticly barang-barang yang dikirimkan sudah berpindah posisi, dari gudang pusat ke gudang outlet. barang tersebut bisa kita lihat di menu barang per gudang.
-> List -> Inventory -> Items by Warehouse.




























3. Pada saat ada transaksi penjualan di outlet, dan ketika outlet telah menyerahkan rekap penjualannya ke pusat, maka pada program accurate harus dibuat Faktur Penjualan (Sales Invoice).
I. pada modul Sales -> Sales Invoice














II. Entry :
a. Head -> Customer -> Invoice No -> Invoice Date
b. Body -> Item -> Qty -> Tax (jika dikenakan PPN) -> Warehouse (pilih gudangnya outlet)
c. Foot -> Inv Tax No -> Description -> Discount (jika ada discount) -> Payment














setelah Invoice diisi lengkap, lalu click button Save & Close. maka program accurate akan melakukan penjurnalan secara otomatis, dan barang yang dijual pun kuantity nya telah berkurang didaftar gudang outlet. secara akuntansi jurnal yang terjadi saat penjualan dan pembayaran langsung (COD) adalah sebagai berikut :
Contoh : HPP = Rp. 29.684.000
Total Invoice = Rp. 37.105.000
Discount 10% = Rp. 3.710.500
PPN 10% = Rp. 3.339.450
HPP (Dr) 29.684.000
Persediaan (Cr) 29.684.000
Piutang (Dr) 36.733.950
Discount (Dr) 3.710.500
PPN Keluaran (Cr) 3.339.450
Penjualan (Cr) 37.105.000
Cash/Bank (Dr) 36.733.950
Piutang (Cr) 36.733.950
untuk melihat jurnal yang terjadi dan laporan penjualan didalam program accurate :
a. Jurnal Otomatis : pada menu utama -> List -> General Ledger -> Account History




























b. Laporan Penjualan : pada menu utama -> Reports -> Sales -> Net Item Sales By Customer Summary














Tentukan tanggal periode, dari tgl ..... s/d ...... -> Ok




























Kita masih dapat mengkustomisasi laporan, tips dan trick program accurate tentang kustomisasi laporan akan konsultan posting pada postingan selanjutnya. selamat mencoba, salam sukses selalu....

Informasi lebih lanjut hubungi :
Samuel (08988240430)
Atau hubungi kantor APS : 021 27970007

Program Accurate untuk Perusahaan Kontraktor bag.3



3. Sistem Pengakuan Pendapatan Kontraktor.

Pengakuan pendapatan kontraktor sangat berbeda dengan pengakuan pendapatan perusahaan yang umumnya seperti trading.

Jika penerapan akuntansi trading diterapkan di perusahaan kontraktor, maka akan terjadi ketidakseimbangan pengakuan biaya dan pendapatan pada periode yang sama. Didalam perusahaan kontraktor sering terjadi biaya yang dikeluarkan terjadi terlebih dahulu dan disusul dengan penagihan proyek tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan perlakuan khusus untuk akuntansi bagi perusahaan kontraktor.

Ada 2 metode pengakuan pendapatan yang dapat diaplikasikan untuk perusahaan kontraktor.

  1. Metode Persentase Penyelesaian ( Percentage of Completion Method ).
  2. Metode Kontrak Selesai ( Completed – Contract Method ).

  1. Metode Persentase Penyelesaian.

Menurut IAI,2004.p.34.7) : “ Pengakuan pedapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian suatu kontrak sering disebut sebagai metode persentase penyelesaian ( percentage of completion)”. Menurut metode ini, pendapatan kontrak dihubungkan dengan biaya kontrak yang terjadi dalam mencapai tahap penyelesaian tersebut, sehingga pendapatan, beban dan laba yang dilaporkan dapat didistribusikan menurut penyelesaian pekerjaan secara proporsional.

Dalam hal ini, konsultan akan membuat contoh kasus :

PT.XYZ adalah sebuah perusahaan kontraktor, PT.XYZ menerima kontrak bulan awal Januari 2011 sebesar Rp 500.000.000,- yang akan diselesaikan selama 3 bulan. Penagihan yang disepakati adalah bulan I 20% (Rp 100.000.000,-), bulan II 40%,(Rp 200.000.000,-) bulan III 40% (Rp 200.000.000,-). Adapun rincian biaya proyek yang terjadi : bulan I : Rp 50.000.000,- , bulan II : Rp 75.000.000,-, bulan III : Rp 100.000.000,-

Dalam Proyek ini, PT.XYZ mengestimasikan biaya proyek tersebut sebesar Rp 250.000.000,-

Tugas : Buatlah Jurnal transaksi per bulan dan laporan laba rugi untuk bulan Januari 2011

Jurnal ketika menerima kontrak : No Entry

Jurnal Biaya proyek bulan Januari 2011

DR Contract In Progress ( tipe akun: Cost of Good Sold ) Rp 50.000.000,-

CR Kas/Bank/Hutang (tipe akun : Cash/Bank, Hutang) Rp 50.000.000,-

Jurnal Penagihan ke Customer

DR Piutang Proyek ( tipe akun : Akun Piutang ). Rp 100.000.000,-

CR Pendapatan Proyek ( tipe akun : Akun Pendapatan). Rp 100.000.000,-

Pada saat akhir bulan, gunakanlah formula cost to cost basic

% Biaya alokasi proyek = Biaya Proyek yang terjadi / Estimasi Biaya Proyek.

Dalam kasus ini, maka % Biaya alokasi proyek untuk bulan Januari 2011 adalah:

(Rp 50.000.000,-/ Rp 250.000.000,-) x 100% = 20%

Setelah mendapatkan % alokasi biaya proyek, maka gunakan persentase ini untuk menentukan pendapatan proyek bulan Januari 2011

Berikut formulanya :

Pendapatan Proyek = % Biaya alokasi Proyek x Nilai Kontrak keseluruhan.

Dalam kasus ini, maka pendapatannya adalah sbb :

20% x Rp 500.000.000,- = Rp 100.000.000,-

Maka Diperoleh Laba Rugi Proyek bulan Januari 2011

Pendapatan Proyek .......Rp 100.000.000,-

HPP Proyek................( Rp 50.000.000,-)

Laba Kotor Proyek.......Rp 50.000.000,-

Konsultan telah menyajikan kasus tersebut secara teoritis akuntansi. Dengan kasus yang sama, konsultan akan membagi tips pengaplikasiannya dalam program accurate.

Sebagai informasi, Program Accurate versi 3 Deluxe Edition menyediakan fitur proyek dan departemen. Konsultan selama ini banyak menemukan permasalahan penggandaan chart of account untuk setiap penambahan proyek baru di perusahaan kontraktor sehingga Jumlah chart of account menjadi begitu banyak didalam perusahaan tersebut. Dengan fitur proyek yang telah disediakan program accurate, perusahaan kontraktor tidak perlu lagi melakukan penggandaan chart of account untuk setiap proyek karena dengan fitur ini, program accurate dapat secara otomatis membagi satu akun untuk setiap proyek yang berbeda.

Back To Case, Konsultan akan menerangkan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk pengaplikasian kasus diatas.

Tahap I : Buatlah Chart of Account yang akan digunakan untuk transaksi tersebut di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul Buku Besar à Chart Of Account à New Account

Nama Akun yang perlu dicreate di Program Accurate :

1. Akun Contract In Progress ( tipe akun : Cost Of Good Sold).

2. Akun Pendapatan Proyek ( tipe akun : Akun Pendapatan ).

Tahap II : Buat Nama Proyek Baru di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul List à Proyek à New Proyek :001

Untuk masa proyek : buatlah selesai proyek 31 Maret 2011.

Tahap III : Buat akun Non Inventory di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul Inventory à Barang dan Jasa à Item Baru à Jenis Inventory ( Non Inventory Part ) à Kode barang : 001à Nama Non Inventory à Jasa Konstruksi à Akun – Akun à Masukkan Akun Pendapatan Proyek ke semua pilihan à OK

Tahap IV : Input Transaksi di Program Accurate.

Adapun Transaksi yang perlu diinput di Program Accurate :

1. Transaksi Kontrak Kesepakatan Kerja di Program Accurate.

Caranya di Program accurate : Modul Penjualan à Sales Order ( Pesanan Penjualan ) à Pilih Nama Customer nya à Item Code : 001à di Kolom Qty à 0,2 à Nilai Kontrak : Rp 500.000.000,-, ulangi dengan cara yang sama di kolom bawah barang namun kolom Qty à 0,4, idem dengan berikutnya sampai total nilai SO di program accurate : Rp 500.000.000,- à Simpan dan tutup.

2. Transaksi Pengeluaran Biaya di Program Accurate.

Caranya di program Accurate : Modul Kas/Bank à Pengeluaran lainnya à Pilih Akun Bank yang tersedia à Akun Biaya : Pilih akun biaya : Contract In Progress à Masukkan Nilainya : Rp 50.000.000,- à Proyek : 001 à Simpan dan tutup.

3. Transaksi Penagihan ke Customer di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Modul Penjualan à Sales Invoice ( Faktur Penjualan ). à Masukkan Nama Customer yang sama di Sales Order à Masukkan Tgl Invoice sama dengan tanggal penagihan à Di sebelah kanan à Klik Pilih Order à Centang No SO yang telah dibuat sebelumnya di program accurate.

Maka akan muncul tiga non inventory yang saling berurutan kebawah dengan total nilai Rp 500.000.000,- tetapi karena penagihan dibulan Januari hanya 20% maka untuk baris II dan III di klik kanan à Klik Hapus.

Maka yang akan tersisa di faktur penjualan program accurate adalah non inventory : Jasa Kontraktor dengan Qty : 0,2 dan Nilainya Rp 100.000.000,-

Tahap V : Mengeluarkan Laporan Laba Rugi Proyek di Program Accurate.

Caranya di program accurate : Menu Bar Atas à Laporan à Laporan Proyek à Laporan Laba rugi Proyek à Filter à Pilih No Proyek : 001, Filter by date : dari tgl 01 Januari 2011 s/d 31 Januari 2011 à OK. Maka akan muncul laporan laba rugi proyek 01 di program accurate dan penyajiannya sama dengan perhitungan teoritis diatas.

Untuk Metode kedua : Completed Contract Method akan dibahas oleh konsultan di artikel program accurate untuk kontraktor berikutnya.

Selamat Mencoba.

Disusun oleh Samuel (accurate consultant) : 08988240430

PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN SHOWROOM RETAIL PART II

Program Accurate Untuk Perusahaan Showroom Retail Bagian 2

2. Manajemen inventory (controlling penyimpanan persediaan dan penerapannya kedalam program accurate

Masalah inventory atau persediaan, biasanya menjadi masalah yang sangat kompleks dalam suatu perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang bergerak dibidang retail. Apalagi retail showroom yang sifatnya adalah konsinyasi, yang menitipkan barang-barangnya ke outlet atau showroom. Tentunya lebih repot lagi untuk mengontrol inventory nya. Inventory menjadi assets nomor 1 dalam perusahaan tersebut. Secara manajemen yang benar, inventory haruslah terupdate secara kuantitas, kode barang dan tempat penyimpanannya baik secara data maupun secara fisik. Karna hal ini sangatlah penting bagi bagian gudang untuk melakukan pengontrolan stok dan juga sangat membantu bagian penjualan untuk melakukan penjualan. Pernah terbayang tidak untuk perusahaan trading yang berskala besar tetapi tidak menggunakan program, tetapi ingin mengontrol stok nya dengan akurat...?? waw.. pasti sangat sulit sekali, bahkan mungkin tidak bisa. Nah, tetapi jangan khawatir.. jika anda menggunakan program accurate accounting, anda tidak perlu repot-repot lagi dengan permasalahan tersebut. Karna program accurate menyediakan fitur-fitur yang sangat membantu untuk permasalahan-permasalahan tersebut.

Berikut tips dan trik dari saya menyangkut penerapannya kedalam program accurate accounting software, pastikan anda terus mengikuti nya :

A. Mengklasifikasikan inventory berdasarkan gudang

Umumnya, untuk perusahaan showroom retail yang menitipkan barang-barang dagangnya ke outlet-outlet atau showroom-showroom, maka outlet atau showroom tersebut adalah dianggap sebagai gudang dari kantor pusat. Atau jika kita ingin mengklasifikasikan barang-barang kita sesuai dengan fungsinya masing-masing kedalam gudang yang berbeda, kita juga dapat melakukannya didalam program accurate. Berikut langkah-langkahnya :

1. Pada program accurate, masuk ke modul persediaan -> daftar gudang -> klik tombol baru (untuk membuat gudang baru)

2. Isi : nama gudang, keterangan, alamat dan nama penanggung jawabnya (jika diperlukan), lalu simpan dan tutup.

Untuk perpindahan barangnya dari gudang 1 ke gudang yang lain, baca tips dan trik dari saya pada postingan sebelumnya : PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN SHOWROOM RETAIL PART I

B. Membuat sub barang

Dalam program accurate, barang dapat dibuat secara sub. Untuk mengklasifikasikan barang kemasing-masing bentuk atau jenisnya.

Contoh : PT. ABC memiliki persediaan komputer sebagai induk, yang terdiri dari monitor, cpu, speker, keyboard dan mouse sebagai anaknya.

Maka cara pembuatannya didalam program accurate adalah :

1. Dalam program accurate, pada modul persediaan, buat barang baru dengan nama komputer (modul persediaan -> barang dan jasa -> klik baru -> tipe barang : persediaan -> isi kode dan nama barang)

2. Buat barang baru lagi dengan nama barang monitor, centang sub barang dari, pilih induk barangnya komputer, lalu klik OK. Begitu juga dengan cpu, speker, keyboard dan mouse.

C. Menyimpan barang-barang ke rak-rak penyimpanannya masing-masing

Program accurate dapat digunakan juga untuk menempatkan barang-barang kedalam rak penyimpanannya masing-masing, yang sangat memudahkan bagian gudang untuk mencari barang-barang tersebut. Berikut cara pengaplikasiannya dalam program accurate accounting software :

1. Program accurate -> modul persediaan -> barang dan jasa -> double klik salah satu barang yang akan ditempatkan ke rak tertentu

2. Pada tab kolom lain -> klik tombol tambahan -> ganti kolom 1 dengan kode rak -> kolom 2 dengan nama rak, dan selanjutnya dengan nama yang nantinya akan diperlukan untuk laporan persediaan.

3. Klik tombol OK, lalu OK lagi.

Nah.. akhirnya sekarang kita dapat mengontrol persediaan kita dengan mudah dan akurat. Bahkan laporan persediaannya pun bisa dipisah-pisahkan sesuai dengan gudang, jenis, sub, dan tempat penyimpanannya masing-masing, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sekian tips dan trik dari saya pada postingan ini, tunggu next post dan ikuti terus seputar tips dan trik program accurate accounting software pada postingan selanjutnya.

Selamat mencoba dan salam sukses....

Informasi lebih lanjut hubungi :

Samuel (accurate consultant) : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com

PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN RETAIL SHOWROOM BAG.1

Perusahaan Retail adalah suatu perusahaan yang biasanya menganut sistem konsinyasi, dimana transaksi penjualan barang dilakukan dengan menitipkan barang-barang dagang ke outlet-outlet atau ke showroom-showroom mereka. Dalam sistem akuntansi, barang-barang yang dititipkan masih diakui sebagai persediaan milik perusahaan (selama belum terjual). Disini saya akan membahas point-point penting yang ada dalam perusahaan retail menyangkut aplikasinya didalam program accurate, diantaranya :

1. Sistem penyaluran barang ke outlet atau showroom didalam program accurate

2. Manajemen inventory (controlling penyimpanan persediaan dan penerapannya kedalam program accurate

3. Sistem penjualan barang dagang dan penanganannya didalam program accurate

4. Mencatat & melihat laporan transaksi penjualan harian / mingguan untuk masing-masing outlet / showroom

5. Sistem perpajakan perusahaan retail

6. Laporan keuangan

PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN SHOWROOM RETAIL PART I

I. Sistem Penyaluran Barang ke Outlet atau Showroom didalam Program Accurate

Perusahaan retail yang menganut sistem konsinyasi biasanya mengirimkan barang-barang dagangannya ke outlet-outlet atau showroom mereka, untuk pengontrolan persediaan perusahaan maka didalam program accurate, outlet atau showroom harus dibuat sebagai gudang. Caranya adalah, masuk kedalam toolbar daftar, persediaan, daftar gudang, click baru untuk membuat gudang baru, isi namanya sesuai dengan nama outlet atau showroom. Didalam program accurate ada suatu modul yang berfungsi untuk mengaplikasikan pengiriman barang-barang dagangan ini, yaitu item transfer atau pindah barang. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Didalam program accurate, masuk ke modul persediaan, pindah barang

b. Isi no form transfer, tanggal, keterangan, transfer dari, transfer ke

c. Didalam tabel, isi barang yang akan ditransfer dan kuantitasnya, lalu simpan dan tutup jika ingin keluar atau simpan dan baru jika ingin membuat item transfer baru.

Form transfer dapat dicetak dan digunakan sebagai bukti kirim barang atau surat jalan. Jika di outlet atau showroom memakai program accurate yang telah disesuaikan database inventorynya dengan pusat, maka pada saat barang tersebut diterima harus dilakukan penerimaan barang didalam program accurate, sbb:

a. Masuk ke modul pembelian, penerimaan barang

b. Isi vendornya adalah pusat, jadi pusat dianggap sebagai vendornya. Isi receipt no nya adalah nomor form transfer / surat jalan yang dikirim dari pusat.

c. Isi tanggal penerimaannya, kemudian isi barang-barang yang diterima, lalu simpan dan tutup atau simpan dan baru.

Demikian pembahasan dari saya untuk part I ini, semoga dapat berguna dan membantu anda khususnya bagi perusahaan showroom retail.

Berikut adalah data customer showroom retail yang pernah kami tangani :

1. PT. FARRELINDO PERKASA ABADI

2. PT. LIMAX KALEBORAH MARIVAT

3. PT. HAIR BEAUTY LOUNGE

4. Etc

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi konsultan kami :

Samuel : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com

Program Accurate untuk Perusahaan Kontraktor bag.2


Program Accurate untuk perusahaan kontraktor bagian 2


2. Sistem Perpajakan untuk Perusahaan Kontraktor

Perusahaan Kontraktor pada umumnya menjual produk untuk 2 jenis ini yaitu : jasa dan barang. Jika barang, umumnya berkaitan dengan material yang digunakan berkaitan dengan proyek.

Secara Administrasi, Perusahaan Kontraktor berkemungkinan mengabungkan tagihan untuk barang yang dijual dan jasa yang ditagih kepada customernya. Sehingga terjadi perhitungan PPN dan PPh 23 sekaligus.

Secara Operasional , Perusahaan Kontraktor umumnya dikenakan 2 jenis Pajak, yaitu PPN dan PPh 23.

Berikut penjelasan singkatnya :

1. PPN ( Pajak Pertambahan Nilai ) / VAT ( Value Added Tax ).

PPN merupakan beban pajak yang dikenakan untuk setiap barang kena pajak (BKP ) maupun jasa kena pajak (JKP) yang akan ditanggung oleh pengguna terakhir barang maupun jasa tersebut.

Perhitungan PPN pada umumnya yang kita ketahui di Indonesia adalah 10% dari harga barang maupun jasa yang dibeli.

PPN dapat dihitung secara excludemaupun included.

1. Perhitungan PPN secara Exclude

yang dimaksudkan exclude adalah perhitungan PPN diluar nilai barang. Sebagai contoh : jika nilai barang adalah Rp 100.000,- ,maka PPN nya adalah Rp 10.000,- sehingga yang perlu dibayar adalah Rp 110.000,-

Pendapatan yang diakui perusahaan adalah Rp 100.000,- dan Nilai PPN sebesar Rp 10.000,- tidak boleh diakui pendapatan karena Perusahaan yang menerima Pelunasan PPN diwajibkan menyetor kembali kepada Pemeritntah melalui perhitungan Rekonsiliasi PPN.

2. Perhitungan PPN secara Included.

Yang dimaksudkan included adalah perhitungan PPN yang nilai PPN nya sudah termasuk nilai barang ataupun jasa tersebut. Sebagai contoh : jika nilai barang adalah Rp 100.000, maka PPN includednya adalah Rp 9.090,-( cara perhitungan : Rp 100.000 – (Rp 100.000/1,1 )) , nilai tersebut sudah terhitung didalam nilai barang Rp 100.000,- sehingga yang perlu dibayar adalah Rp 100.000,-

Berbeda dengan Perhitungan PPN Exlude, Pendapatan yang diakui perusahaan adalah Rp 90.910,-

2. PPh 23 ( Pajak Penghasilan 23 ).

PPh 23 merupakan tarif pajak yang dikenakan untuk setiap jasa kena pajak (JKP ). PPh 23 secara perhitungan berbeda dengan PPN. PPh 23 sifatnya mengurangi atau memotong sedangkan PPN sifatnya menambah.

Sebagai contoh :

Sebuah perusahaan kontraktor PT.ABCD menagih jasa konstruksi tahap I kepada PT.XYZ sebesar Rp 100.000.000,- maka perhitungan PPN dan PPh 23 adalah sbb :

Nilai Jasa : Rp 100.000.000,-

Nilai PPN : Rp 10.000.000,-

Nilai PPh 23 : (Rp 2.000.000,-)

Maka Nilai Jasa yang ditagih adalah sebesar Rp 108.000.000,-

Bagi PT.ABCD, PPh 23 merupakan uang muka pajak sedangkan bagi PT.XYZ, PPh 23 merupakan hutang pajak PPh 23.

Bagaimana cara kerjanya di Program Accurate Accounting Software ?

Ikuti tahap – tahap berikut ini :

1. Create akun hutang PPh 23 di program Accurate Accounting Software.

Caranya : Module buku besar à Chart of Account à New à masukkan kode akun àTipe akun : hutang lancar lainnya à Nama akun : Hutang PPh 23.

Create akun uang muka PPh 23 di program accurate accounting software.

Caranya : Module buku besar à Chart of Account à New à masukkan kode akun àTipe akun : aktiva lancar lainnya à Nama akun : Uang Muka PPh 23.

2. Create kode pajak baru di program Accurate Accounting Software.

Caranya : Daftar bag atas à Daftar lain à Kode pajak à New à Nama : PPh 23, % : -2 ( Asumsi 2% tarif PPh 23 ), Kode : J (alternative choice), akun pajak penjualan : Masukkan akun uang muka PPh 23, akun pajak pembelian : Masukkan akun hutang PPh 23. à ok

3. Di Master customer dan barang ( non inventory part atau service ) masukkan kode : J (PPh 23 ) di Pajak 2.

4. Saat membuat faktur penjualan, pastikan kode pajak “J” muncul pada jasa yang ditagih.

Selamat Mencoba

untuk informasi lebih lanjut : silahkan hubungi konsultan kami :

Samuel (accurate consultant) : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com