PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN SHOWROOM RETAIL PART II

Program Accurate Untuk Perusahaan Showroom Retail Bagian 2

2. Manajemen inventory (controlling penyimpanan persediaan dan penerapannya kedalam program accurate

Masalah inventory atau persediaan, biasanya menjadi masalah yang sangat kompleks dalam suatu perusahaan, khususnya bagi perusahaan yang bergerak dibidang retail. Apalagi retail showroom yang sifatnya adalah konsinyasi, yang menitipkan barang-barangnya ke outlet atau showroom. Tentunya lebih repot lagi untuk mengontrol inventory nya. Inventory menjadi assets nomor 1 dalam perusahaan tersebut. Secara manajemen yang benar, inventory haruslah terupdate secara kuantitas, kode barang dan tempat penyimpanannya baik secara data maupun secara fisik. Karna hal ini sangatlah penting bagi bagian gudang untuk melakukan pengontrolan stok dan juga sangat membantu bagian penjualan untuk melakukan penjualan. Pernah terbayang tidak untuk perusahaan trading yang berskala besar tetapi tidak menggunakan program, tetapi ingin mengontrol stok nya dengan akurat...?? waw.. pasti sangat sulit sekali, bahkan mungkin tidak bisa. Nah, tetapi jangan khawatir.. jika anda menggunakan program accurate accounting, anda tidak perlu repot-repot lagi dengan permasalahan tersebut. Karna program accurate menyediakan fitur-fitur yang sangat membantu untuk permasalahan-permasalahan tersebut.

Berikut tips dan trik dari saya menyangkut penerapannya kedalam program accurate accounting software, pastikan anda terus mengikuti nya :

A. Mengklasifikasikan inventory berdasarkan gudang

Umumnya, untuk perusahaan showroom retail yang menitipkan barang-barang dagangnya ke outlet-outlet atau showroom-showroom, maka outlet atau showroom tersebut adalah dianggap sebagai gudang dari kantor pusat. Atau jika kita ingin mengklasifikasikan barang-barang kita sesuai dengan fungsinya masing-masing kedalam gudang yang berbeda, kita juga dapat melakukannya didalam program accurate. Berikut langkah-langkahnya :

1. Pada program accurate, masuk ke modul persediaan -> daftar gudang -> klik tombol baru (untuk membuat gudang baru)

2. Isi : nama gudang, keterangan, alamat dan nama penanggung jawabnya (jika diperlukan), lalu simpan dan tutup.

Untuk perpindahan barangnya dari gudang 1 ke gudang yang lain, baca tips dan trik dari saya pada postingan sebelumnya : PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN SHOWROOM RETAIL PART I

B. Membuat sub barang

Dalam program accurate, barang dapat dibuat secara sub. Untuk mengklasifikasikan barang kemasing-masing bentuk atau jenisnya.

Contoh : PT. ABC memiliki persediaan komputer sebagai induk, yang terdiri dari monitor, cpu, speker, keyboard dan mouse sebagai anaknya.

Maka cara pembuatannya didalam program accurate adalah :

1. Dalam program accurate, pada modul persediaan, buat barang baru dengan nama komputer (modul persediaan -> barang dan jasa -> klik baru -> tipe barang : persediaan -> isi kode dan nama barang)

2. Buat barang baru lagi dengan nama barang monitor, centang sub barang dari, pilih induk barangnya komputer, lalu klik OK. Begitu juga dengan cpu, speker, keyboard dan mouse.

C. Menyimpan barang-barang ke rak-rak penyimpanannya masing-masing

Program accurate dapat digunakan juga untuk menempatkan barang-barang kedalam rak penyimpanannya masing-masing, yang sangat memudahkan bagian gudang untuk mencari barang-barang tersebut. Berikut cara pengaplikasiannya dalam program accurate accounting software :

1. Program accurate -> modul persediaan -> barang dan jasa -> double klik salah satu barang yang akan ditempatkan ke rak tertentu

2. Pada tab kolom lain -> klik tombol tambahan -> ganti kolom 1 dengan kode rak -> kolom 2 dengan nama rak, dan selanjutnya dengan nama yang nantinya akan diperlukan untuk laporan persediaan.

3. Klik tombol OK, lalu OK lagi.

Nah.. akhirnya sekarang kita dapat mengontrol persediaan kita dengan mudah dan akurat. Bahkan laporan persediaannya pun bisa dipisah-pisahkan sesuai dengan gudang, jenis, sub, dan tempat penyimpanannya masing-masing, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sekian tips dan trik dari saya pada postingan ini, tunggu next post dan ikuti terus seputar tips dan trik program accurate accounting software pada postingan selanjutnya.

Selamat mencoba dan salam sukses....

Informasi lebih lanjut hubungi :

Samuel (accurate consultant) : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com

PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN RETAIL SHOWROOM BAG.1

Perusahaan Retail adalah suatu perusahaan yang biasanya menganut sistem konsinyasi, dimana transaksi penjualan barang dilakukan dengan menitipkan barang-barang dagang ke outlet-outlet atau ke showroom-showroom mereka. Dalam sistem akuntansi, barang-barang yang dititipkan masih diakui sebagai persediaan milik perusahaan (selama belum terjual). Disini saya akan membahas point-point penting yang ada dalam perusahaan retail menyangkut aplikasinya didalam program accurate, diantaranya :

1. Sistem penyaluran barang ke outlet atau showroom didalam program accurate

2. Manajemen inventory (controlling penyimpanan persediaan dan penerapannya kedalam program accurate

3. Sistem penjualan barang dagang dan penanganannya didalam program accurate

4. Mencatat & melihat laporan transaksi penjualan harian / mingguan untuk masing-masing outlet / showroom

5. Sistem perpajakan perusahaan retail

6. Laporan keuangan

PROGRAM ACCURATE UNTUK PERUSAHAAN SHOWROOM RETAIL PART I

I. Sistem Penyaluran Barang ke Outlet atau Showroom didalam Program Accurate

Perusahaan retail yang menganut sistem konsinyasi biasanya mengirimkan barang-barang dagangannya ke outlet-outlet atau showroom mereka, untuk pengontrolan persediaan perusahaan maka didalam program accurate, outlet atau showroom harus dibuat sebagai gudang. Caranya adalah, masuk kedalam toolbar daftar, persediaan, daftar gudang, click baru untuk membuat gudang baru, isi namanya sesuai dengan nama outlet atau showroom. Didalam program accurate ada suatu modul yang berfungsi untuk mengaplikasikan pengiriman barang-barang dagangan ini, yaitu item transfer atau pindah barang. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

a. Didalam program accurate, masuk ke modul persediaan, pindah barang

b. Isi no form transfer, tanggal, keterangan, transfer dari, transfer ke

c. Didalam tabel, isi barang yang akan ditransfer dan kuantitasnya, lalu simpan dan tutup jika ingin keluar atau simpan dan baru jika ingin membuat item transfer baru.

Form transfer dapat dicetak dan digunakan sebagai bukti kirim barang atau surat jalan. Jika di outlet atau showroom memakai program accurate yang telah disesuaikan database inventorynya dengan pusat, maka pada saat barang tersebut diterima harus dilakukan penerimaan barang didalam program accurate, sbb:

a. Masuk ke modul pembelian, penerimaan barang

b. Isi vendornya adalah pusat, jadi pusat dianggap sebagai vendornya. Isi receipt no nya adalah nomor form transfer / surat jalan yang dikirim dari pusat.

c. Isi tanggal penerimaannya, kemudian isi barang-barang yang diterima, lalu simpan dan tutup atau simpan dan baru.

Demikian pembahasan dari saya untuk part I ini, semoga dapat berguna dan membantu anda khususnya bagi perusahaan showroom retail.

Berikut adalah data customer showroom retail yang pernah kami tangani :

1. PT. FARRELINDO PERKASA ABADI

2. PT. LIMAX KALEBORAH MARIVAT

3. PT. HAIR BEAUTY LOUNGE

4. Etc

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi konsultan kami :

Samuel : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com

Program Accurate untuk Perusahaan Kontraktor bag.2


Program Accurate untuk perusahaan kontraktor bagian 2


2. Sistem Perpajakan untuk Perusahaan Kontraktor

Perusahaan Kontraktor pada umumnya menjual produk untuk 2 jenis ini yaitu : jasa dan barang. Jika barang, umumnya berkaitan dengan material yang digunakan berkaitan dengan proyek.

Secara Administrasi, Perusahaan Kontraktor berkemungkinan mengabungkan tagihan untuk barang yang dijual dan jasa yang ditagih kepada customernya. Sehingga terjadi perhitungan PPN dan PPh 23 sekaligus.

Secara Operasional , Perusahaan Kontraktor umumnya dikenakan 2 jenis Pajak, yaitu PPN dan PPh 23.

Berikut penjelasan singkatnya :

1. PPN ( Pajak Pertambahan Nilai ) / VAT ( Value Added Tax ).

PPN merupakan beban pajak yang dikenakan untuk setiap barang kena pajak (BKP ) maupun jasa kena pajak (JKP) yang akan ditanggung oleh pengguna terakhir barang maupun jasa tersebut.

Perhitungan PPN pada umumnya yang kita ketahui di Indonesia adalah 10% dari harga barang maupun jasa yang dibeli.

PPN dapat dihitung secara excludemaupun included.

1. Perhitungan PPN secara Exclude

yang dimaksudkan exclude adalah perhitungan PPN diluar nilai barang. Sebagai contoh : jika nilai barang adalah Rp 100.000,- ,maka PPN nya adalah Rp 10.000,- sehingga yang perlu dibayar adalah Rp 110.000,-

Pendapatan yang diakui perusahaan adalah Rp 100.000,- dan Nilai PPN sebesar Rp 10.000,- tidak boleh diakui pendapatan karena Perusahaan yang menerima Pelunasan PPN diwajibkan menyetor kembali kepada Pemeritntah melalui perhitungan Rekonsiliasi PPN.

2. Perhitungan PPN secara Included.

Yang dimaksudkan included adalah perhitungan PPN yang nilai PPN nya sudah termasuk nilai barang ataupun jasa tersebut. Sebagai contoh : jika nilai barang adalah Rp 100.000, maka PPN includednya adalah Rp 9.090,-( cara perhitungan : Rp 100.000 – (Rp 100.000/1,1 )) , nilai tersebut sudah terhitung didalam nilai barang Rp 100.000,- sehingga yang perlu dibayar adalah Rp 100.000,-

Berbeda dengan Perhitungan PPN Exlude, Pendapatan yang diakui perusahaan adalah Rp 90.910,-

2. PPh 23 ( Pajak Penghasilan 23 ).

PPh 23 merupakan tarif pajak yang dikenakan untuk setiap jasa kena pajak (JKP ). PPh 23 secara perhitungan berbeda dengan PPN. PPh 23 sifatnya mengurangi atau memotong sedangkan PPN sifatnya menambah.

Sebagai contoh :

Sebuah perusahaan kontraktor PT.ABCD menagih jasa konstruksi tahap I kepada PT.XYZ sebesar Rp 100.000.000,- maka perhitungan PPN dan PPh 23 adalah sbb :

Nilai Jasa : Rp 100.000.000,-

Nilai PPN : Rp 10.000.000,-

Nilai PPh 23 : (Rp 2.000.000,-)

Maka Nilai Jasa yang ditagih adalah sebesar Rp 108.000.000,-

Bagi PT.ABCD, PPh 23 merupakan uang muka pajak sedangkan bagi PT.XYZ, PPh 23 merupakan hutang pajak PPh 23.

Bagaimana cara kerjanya di Program Accurate Accounting Software ?

Ikuti tahap – tahap berikut ini :

1. Create akun hutang PPh 23 di program Accurate Accounting Software.

Caranya : Module buku besar à Chart of Account à New à masukkan kode akun àTipe akun : hutang lancar lainnya à Nama akun : Hutang PPh 23.

Create akun uang muka PPh 23 di program accurate accounting software.

Caranya : Module buku besar à Chart of Account à New à masukkan kode akun àTipe akun : aktiva lancar lainnya à Nama akun : Uang Muka PPh 23.

2. Create kode pajak baru di program Accurate Accounting Software.

Caranya : Daftar bag atas à Daftar lain à Kode pajak à New à Nama : PPh 23, % : -2 ( Asumsi 2% tarif PPh 23 ), Kode : J (alternative choice), akun pajak penjualan : Masukkan akun uang muka PPh 23, akun pajak pembelian : Masukkan akun hutang PPh 23. à ok

3. Di Master customer dan barang ( non inventory part atau service ) masukkan kode : J (PPh 23 ) di Pajak 2.

4. Saat membuat faktur penjualan, pastikan kode pajak “J” muncul pada jasa yang ditagih.

Selamat Mencoba

untuk informasi lebih lanjut : silahkan hubungi konsultan kami :

Samuel (accurate consultant) : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com

Program Accurate untuk Perusahaan Kontraktor bag.1



Perusahaan Kontraktor, sebagaimana yang telah kita ketahui adalah Perusahaan yang bergerak di bidang jasa.
Ada beberapa hal yang akan dikupas mengenai Sistem Administrasi Perusahaan Kontraktor yang nantinya akan kita kaitkan sistem implementasinya dengan Software Accurate Accounting.
1. Sistem Penjualan Kontraktor.
2. Sistem Pengakuan Pendapatan Kontraktor.
3. Sistem Perpajakan Kontraktor.
4. Sistem Laporan Keuangan Perusahaan Kontraktor.

Pada Posting ini, Konsultan akan menjelaskan point 1 dari 4 point diatas, ketiga point akan dibahas di Posting berikutnya. Pastikan Anda terus mengikutinya.
1. Sistem Penjualan Kontraktor.

Perusahaan Kontraktor dilihat dari sudut pandang Sistem Penjualan secara umum dapat dibagi 2 Jenis :
1. Perusahaan Kontraktor yang menawarkan jasa 100% dan penagihannya dalam bentuk jasa yang telah dilaksanakan.
Secara Administrasi, Perusahaan Kontraktor tetap melakukan pembelian material konstruksi seperti umumnya perusahaan lain. namun yang berbeda adalah dari sisi pengeluaran material.
Perusahaan Distribusi umumnya melakukan pengeluaran material disertai dengan Surat jalan dan Faktur Penjualan, namun berbeda dengan Perusahaan Kontraktor yang menggunakan Form Penggunaan Material Konstruksi berkaitan dengan Proyek yang ditangani.
Fitur di Program Accurate Accounting :
Program Accurate menyediakan fitur Job Costing sehingga perusahaan dapat mencatat pemakaian bahan material konstruksi di modul Job Costing.
Posisi Job Costing di Program Accurate ( Modul Persediaan -> Job costing / Pembiayaan Pesanan ).

Program Accurate menyediakan fitur Project sehingga pemakaian bahan material konstruksi maupun pendapatan konstruksi dapat tercatat sesuai dengan Nama Project yang sedang ditangani, Dengan Adanya Fitur Project di Program Accurate sebenarnya sangat membantu divisi accounting di Perusahaan Kontraktor tersebut karena dengan adanya fitur ini, divisi accounting tidak perlu lagi membuat data akun baru untuk setiap proyek.

2. Perusahaan Kontraktor yang menawarkan jasa 100% namun penagihannya dalam bentuk material yang terpakai untuk jasa tersebut dan Jasa yang terpisah.

Secara Administrasi sebenarnya Perusahaan Kontraktor tipe ini tidak jauh berbeda dengan perusahaan distributor, sebab Pengeluaran material kontruksinya juga disertai dengan surat jalan dan faktur penjualan. namun yang membedakannya adalah didalam faktur penjualan tersebut terdapat 2 unsur produk, yaitu produk jasa dan produk barang.
Pada umumnya perusahaan kontraktor tipe 2 ini melayani kontrak jangka pendek. sehingga dalam satu proyek hanya menerbitkan 1 x faktur penjualan.

Sistem Kerja Program Accurate :
Membuat Master barang dengan tipe jasa di Program Accurate Accounting :
Modul Persediaan -> Barang dan Jasa -> Create Item -> Type Inventory -> Service
Master Account -> Pendapatan Jasa Proyek *Tipe akun= Pendapatan.
Membuat Transaksi Penjualan di program Accurate Accounting.
Modul Penjualan -> Faktur Penjualan -> Masukkan nama customer, proyek, tanggal faktur dan barang dan jasa yang ditagih.
Maka Jurnal otomatis yang akan dihasilkan Program Acccurate setelah membuat faktur penjualan.* dengan asumsi tanpa PPh 23
Piutang Proyek (DR )
Pendapatan Jasa Proyek ( CR )
Penjualan Material Proyek (CR)
Harga Pokok Penjualan Material Proyek (DR)
Persediaan Material Proyek (CR).

Sekian untuk Point 1
Semoga informasi ini dapat membantu Anda
Ditulis oleh :
Herrie Effendi, Program Accurate Konsultan.
081-806825145
Experience Contractor Project System :
1. PT. Lamongan Inti Sejahtera.
2. PT. Bangun Persada.
3. PT. V D Horst.
4. PT. Alaska Inti Cemerlang.
5. Etc

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com


Program Accurate untuk Sistem Konsinyasi



Program Accurate dapat mendukung perusahaan yang penjualan yang orientasinya menggunakan konsinyasi.
Sebelumnya Saya akan coba jelaskan apa yang dimaksud dengan konsinyasi
Konsinyasi = Persediaan / Item suatu perusahaan yang dititipkan kepada Customer untuk dijual.
Perusahaan yang menitipkan barang disebut consigner
Perusahaan yang menerima barang disebut consignee

Pandangan Akuntansi terhadap sistem konsinyasi dapat disesuaikan dengan program accurate.

Ada 2 Hal utama yang akan dibahas :
1. Ketika Consigner menitipkan barang kepada Consignee.

Secara Akuntansi, ketika Consigner menitipkan barangnya kepada Consignee, Consigner tidak melakukan pencatatan barang keluar dari aktiva perusahaan. Secara administrasi, barang tersebut tetap diakui masih menjadi milik/kepunyaan Consigener sekalipun barang tersebut tidak berada di gudang Consigner lagi.
Jadi dapat disimpulkan, ketika Consigner mengirimkan barang mereka kepada Consignee, maka consigner tidak melakukan penginputan atau penjurnalan. Secara Administrasi, Consigner tidak melakukan pengurangan barang, hanya mencatat perpindahan gudang.
Penginputan Program Accurate Secara teknisnya yaitu:
* Ketika consigner melakukan pengiriman barang, maka kita akan menginput
* Setting Preferensi Program Accurate untuk Multiwarehouse (Preferensi -> Persediaan ->
Multi warehouse / Multi Gudang diaktifkan ).
Setelah itu, buat gudang baru di Program Accurate ( Modul Persediaan -> Daftar Gudang -> New -> Masukkan nama gudang sebagai Nama Consignee ).
* Didalam Modul Program Accurate ( Modul Persediaan -> Item Transfer / Pindah Barang -> di Menu Item Transfer -> Masukkan tanggal item transfer -> Dari Gudang ( Isi :Pusat ) ke gudang ( Isi : Gudang Consignee ).-> Masukkan barang yang akan dikirimkan.
Program Accurate juga telah menyediakan form yang dapat diprint out sebagai bukti pengeluaran barang konsinyasi. didalam program accurate , disediakan fiture untuk memodifikasi form transfer barang
*Cara setting dan design form di program accurate akan segera direalase di blog ini.
Efek Program Accurate setelah user melakukan pengentrian di item transfer
Secara Jurnal Akuntansi, Program Accurate sama sekali tidak melakukan penjurnalan sebab sesuai dengan PSAK Indonesia hanya mengakui barang keluar ketika faktur penjualan telah diterbitkan kepada customer dan jelas berbeda pengakuannya dengan konsinyasi.
Secara Controling Stock, Program Accurate tidak mengubah nilai kuantitas barang yang di konsinyasikan secara total, tapi untuk kepentingan bagian Gudang, Program Accurate menyediakan fitur untuk mengontrol posisi barang per gudang.
Cara monitoring Barang Per Gudang di Program Accurate : Pilih Daftar ( Menu Atas ) dan pilih persediaan -> Barang per gudang.
Maka Bagian gudang dapat melihat posisi stock per gudang, termasuk Gudang Consignee.

2. Consigner mendapatkan bukti penjualan dari Consignee.

Ketika Barang yang dititipkan kepada consignee telah terjual maka consignee akan mengirimkan bukti penjualan / Faktur penjualannya kepada Consigner.
Dan Saat itu juga, Consigner akan menerbitkan faktur penjualan kepada Consignee sesuai dengan barang yang dijual oleh Consignee sesuai dengan harga jual yang telah disepakati.

Pandangan Akuntansi menanggapi hal ini adalah Consigner harus mengakui piutang dan penjualan, Harga pokok penjualan barang dan Nilai persediaan yang berkurang ketika Consigner menerbitkan faktur penjualan kepada Consignee.

Penginputan di Program Accurate :
Menu Program Accurate : Pilih Modul Penjualan -> Faktur Penjualan -> Isi Nama Consignee sebagai Customer-> Isi barang yang telah terjual -> Isi tanggal faktur -> dan yang paling penting adalah -> Isi gudang : Gudang consignee -> simpan dan tutup
Maka Program Accurate akan menjurnal secara otomatis
DR Piutang Dagang
CR Penjualan
DR Harga Pokok Penjualan
CR Persediaan Barang
dan di Program Accurate untuk menu barang per gudang, di program accurate akan menampilkan barang yang telah terjual telah keluar dari gudang consignee.

Sekian tips dari saya, semoga bisa bermanfaat.
Ditulis oleh : Samuel (accurate consultant) : 08988240430

Atau langsung ke kantor APS : 021-27970007

visit our official website : www.programaccurate.com